Mahasiswi UNESA Raih Penghargaan Best Paper di Mandalika Essay Competition 2025
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rafaelia Narayyan, yang akrab disapa Naya. Mahasiswi semester lima dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNESA, ini sukses meraih Best Paper Winner dalam ajang Mandalika Essay Competition 2025. Kompetisi ilmiah nasional tersebut digelar di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan diikuti oleh lebih dari 73 universitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang ini diselenggarakan oleh Universitas Mataram yang bekerja sama dengan Lembaga Prisma Nusantara Muda, dikenal aktif menaungi berbagai lomba esai nasional. Naya bersama dua rekannya, Nanda dan Adi, mengangkat tema pengelolaan limbah tekstil yang berfokus pada isu lingkungan berkelanjutan. Mereka menyoroti kebiasaan masyarakat membuang pakaian bekas tanpa pengolahan yang tepat, sehingga menimbulkan pencemaran dan limbah sulit terurai.
Melalui penelitian sederhana namun penuh inovasi, tim Naya menawarkan solusi kreatif dengan memanfaatkan limbah tekstil menjadi produk daur ulang bernilai guna. Gagasan ini lahir dari keresahan mereka terhadap perilaku konsumtif masyarakat yang jarang memperhatikan dampak lingkungan. “Kami ingin menunjukkan bahwa masalah kecil seperti pakaian bekas pun bisa memberi dampak besar jika diolah bijak,” ujar Naya.
Proses penyusunan paper dilakukan di tengah kesibukan kuliah dan organisasi, sehingga menuntut manajemen waktu yang baik. Naya mengaku banyak belajar tentang disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab selama mempersiapkan kompetisi tersebut. “Tantangan terbesarnya adalah menyatukan waktu dan niat karena kami semua punya kegiatan masing-masing,” tambahnya.
Sebelumnya, Naya dan tim sempat gagal dalam pendanaan PKM PIMNAS, namun dukungan dari dosen pembimbing Pak Yogi membuat mereka bangkit kembali. Hasilnya, kegigihan itu terbayar ketika nama mereka diumumkan sebagai Best Paper Winner di panggung utama
Mandalika SI Competition. “Rasanya lega, seperti kerja keras kami akhirnya diakui dan tidak sia-sia,” ungkapnya penuh haru.
Selain menambah prestasi, ajang ini juga memperluas jaringan dan pengalaman internasional bagi Naya dan timnya. Mereka berkesempatan bertemu peserta dari Udayana, UB, UNJ, serta perwakilan internasional dari Malaysia dan Thailand. Pertemuan itu menjadi wadah bertukar ide, memperluas wawasan, serta memperdalam semangat kompetisi positif antar mahasiswa berprestasi.
Di akhir wawancara, Naya menyampaikan pesan inspiratif untuk mahasiswa agar berani mengambil langkah pertama dalam berkarya. “Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Prestasi tidak datang tiba-tiba, tapi lahir dari keberanian mencoba,” katanya. Ia berharap pencapaiannya bisa memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama universitas di kancah nasional.
Penulis : DINI AMALIA BETTY AFNISA ARISTIANTI DIAZ RACHMAWATI NIHAYATUL MUKTASIDAH Editor : Muhammad Wahyu Ariyanto