“Menyambut Tahun Kuda Dengan Semangat Baru”
Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momentum istimewa, bukan hanya bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga bagi seluruh Civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda yang melambangkan semangat, kerja keras, ketekunan, serta keberanian dalam melangkah maju.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran, saya memandang Imlek bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga ruang refleksi atas nilai-nilai profesional yang relevan dengan dunia pendidikan dan perkantoran modern.
Imlek identik dengan lampion merah, barongsai, serta tradisi berbagi angpao. Namun, di balik simbol-simbol tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang pembaruan, evaluasi diri, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Pergantian tahun menjadi momentum untuk menata kembali rencana, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat komitmen terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam dunia administrasi perkantoran, mahasiswa dibekali dengan kompetensi perencanaan, ketelitian, manajemen waktu, serta komunikasi yang efektif. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat Imlek yang mengajarkan pentingnya keteraturan, keharmonisan, dan konsistensi dalam mencapai keberhasilan.
Sebagai calon tenaga profesional di bidang administrasi, kami dituntut untuk cekatan, responsif, adaptif, serta mampu bekerja dalam tim. Filosofi Tahun Kuda mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses yang terstruktur, kerja keras yang berkelanjutan, serta komitmen yang kuat terhadap tanggung jawab.
Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam menghargai keberagaman budaya. Penetapan Imlek sebagai hari libur nasional pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid menjadi simbol kuat bahwa identitas budaya merupakan bagian sah dan berharga dalam kehidupan berbangsa.
Di lingkungan UNESA, keberagaman adalah realitas sehari-hari. Mahasiswa berasal dari berbagai suku, agama, dan latar belakang sosial. Dalam perspektif Pendidikan Administrasi Perkantoran, keberagaman tersebut justru memperkaya kemampuan komunikasi lintas budaya sebuah kompetensi penting dalam dunia kerja modern yang semakin global dan dinamis.
Mengucapkan selamat Imlek kepada teman yang merayakan merupakan bentuk sederhana dari profesionalisme sosial: sikap menghargai perbedaan serta membangun hubungan yang harmonis. Dari ruang-ruang kelas hingga lingkungan organisasi kampus, sikap saling menghormati menjadi fondasi terciptanya suasana akademik yang inklusif dan produktif.
Sebagaimana kuda yang berlari penuh semangat menuju tujuannya, semoga kita sebagai mahasiswa UNESA terus bergerak maju, produktif, dan berintegritas. Perayaan Imlek menjadi pengingat bahwa setiap awal adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas, baik sebagai individu maupun sebagai calon profesional.