Merajut Pendidikan Ke Kampus Hingga Ke Malaysia: “Jangan Untuk Malu Bertanya”
Pernah kehilangan peluang hanya karena diam dan menunggu? Satu pertanyaan sederhana bisa jadi tiket menuju pengalaman student exchange ke luar negeri. Kisah Dika Putri Febriyanti bukti keberanian bertanya membawanya pada kesempatan yang tidak semua orang dapatkan.
Surabaya — Dika Putri Febriyanti, lulusan Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun 2024, berbagi kisah inspiratif tentang perjuangannya meraih kesempatan mengikuti program student exchange ke Malaysia. Dalam wawancara sesi sharing akademik di kampus, Dika menekankan pentingnya sikap aktif dan rasa ingin tahu bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri di kancah internasional. Menurut Dika Putri Febriyanti, banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun sering kehilangan kesempatan karena pasif dan enggan bertanya. “Gen Z itu paling males buat cari informasi, kadang-kadang pengennya nerima aja… Nggak, kita harus cari sendiri ya guys, kita juga harus rajin tanya,” ujarnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberanian untuk bertanya menjadi langkah awal dalam membuka peluang akademik yang lebih luas.
Ia juga menambahkan bahwa dosen dan ketua program studi (kaprodi) sering kali memiliki informasi penting mengenai program pertukaran pelajar. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak segan untuk menjalin komunikasi dengan pihak kampus. “Kalau misalnya kalian mau dapat informasi student exchanger langsung tanya ke dosen yang berkaitan… jadi jangan sampai telat infonya,” tutur Dika. Dika juga mengaku pernah melewatkan kesempatan mengikuti program internasional karena kurang cepat mencari informasi. “Saya sempat ketinggalan kesempatan ke Malaysia dan Thailand karena sudah terlanjur ikut program Kampus Mengajar,” jelasnya. Dari pengalaman itu, ia mengingatkan mahasiswa lain agar tidak menunggu informasi datang begitu saja.
Selain membagikan pengalaman pribadinya, Dika juga menyoroti manfaat mengikuti program pertukaran pelajar, terutama dalam meningkatkan kompetensi dan nilai diri di dunia kerja.
“Pengalaman internasional itu bakal jadi nilai tambah di CV. Jangan takut berangkat sendiri, biasanya ada temennya, jadi jangan malu bertanya,” katanya dengan penuh semangat. Selama dua semester mengikuti program di Malaysia, Dika mengaku banyak mendapatkan wawasan baru, baik secara akademik maupun budaya. Pengalaman tersebut membuatnya lebih percaya diri dan siap bersaing secara global.
Program pertukaran pelajar seperti ini merupakan bagian dari upaya UNESA untuk mendorong mahasiswanya memiliki pengalaman internasional serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Dalam kisah inspiratif Dika Putri Febriyanti, mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNESA membuktikan bahwa keberanian bertanya dan sikap proaktif adalah kunci membuka pintu dunia internasional. Dari pengalaman pahit melewatkan kesempatan hingga gemilangnya wawasan di Malaysia, ia mengajak generasi muda untuk jangan tunggu, carilah sendiri! Dengan semangat ini, UNESA terus membentuk lulusan yang siap bersinar global.
Penulis :
AAQILAH IZZATUL WAAFIROH ALIF JULYATINISMA MAYFA WAHID DATUN KHASANAH SYALFAIZAH SEPTIKHAH NINGSIH